Penjelasan Bahwasanya Hati Para Hamba Berada Diantara Dua Jari Dari Jari Jemari Ar Rahman, Ia Bolak Balikkan Sekehandak Nya

________________________________

Abdullah bin Muhammad bin Husain Ash ShumalyIbnu Abi Ashim mengeluarkan dalam kitabnya As Sunnah dari Aisyah bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam sering membaca doa ;

يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك {Wahai Dzat yg meneguhkan hati
teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu}

aku pun bertanya: ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau sering membaca doa ini apakah engkau merasa khawatir?”

beliau menjawab ;“Ya lalu apa yg membuat aku merasa aman wahai Aisyah sementara hari para hamba berada diantara dua jari jemari Ar Rohman”Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :Hai orang-orang yg beriman penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yg memberi kehidupan kepada kamu ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :Dan Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya pada permulaannya dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yg sangat. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah ? Tiada yg merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yg merugi. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :Maka tatkala mereka berpaling Allah memalingkan hati mereka; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yg fasik. Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :Dan apabila diturunkan satu surat sebagian mereka memandang kepada yg lain {sambil berkata}: Adakah seorang dari yg melihat kamu? Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adl kaum yg tidak mengerti. Dan dalam Shahih Muslim dari Abdullah bin Amr bin Ash Radiyallahu ‘anhu bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya hati-hati bani Adam seluruhnya berada diantara dua jemari Ar Rohman laksana satu hati Ia bolak-balikkan hati tersebut sekehandaknya.”

Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam berdoa : “Ya Allah Dzat yg membolak-balikkan hati palingkanlah hatiku utk mentaati-Mu”Dan di dalam Sunan At Tirmidzi dari Ummu Salamah Radiyallahu ‘anha beliau berkata{yang artinya} :“Doa yg sering dibaca Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam wahai Dzat yg membolak- balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agamamu”Dan dari Nawwas bin Sam’an ia berkata aku mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :“Tidaklah ada satu hatipun melainkan berada diantara dua jemari dari jari jemari Ar Rahman bila ia kehendaki Ia akan meneguhkannya dan bila Ia kehendaki Ia akan menyesatkannya.” {diriwayatkannya oleh Imam Ahmad dalam Al Musnad dan Ibnu Majah. Dishohihkan oleh syaikh Albani}

Dan dari Abu Musa Al Asy’ari ia berkata : Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda {yang artinya} :“Sesungguhnya hati ini laksana bulu ditengah padang pasir tandus yg dibolak-balikkan oleh angin”Ibnu Abi Ashim mengeluarkan dalam kitabnya As Sunnah dari Aisyah bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam sering membaca doa ;

يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى د ينـــك {Wahai Dzat yg meneguhkan hati
teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu} aku pun bertanya: ‘Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau sering membaca doa ini apakah engkau merasa khawatir?”

beliau menjawab ;“Ya lalu apa yg membuat aku merasa aman wahai Aisyah sementara hari para hamba berada diantara dua jari jemari Ar Rahman ”Maka bila engkau telah mengetahui bahwasanya hati para hamba berada diantara dua jari dari jari jemari Ar Rahman Ia bolak-balikkan sekehandaknya dan bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam -padahal beliau adalah makhluk yg paling utama – doa yg sering beliau baca adalah ;

:يا مقــلـب لقــلــوب ثبــت قــلبـــي عــلى طـا عــتـك“

Wahai Dzat yg membolak-balikan
hati teguhkanlah hatiku diatas ketaatan kepadamu”maka bagaimana diperkenankan bagi seorang yg berakal utuk mengatakan : “Saya akan belajar dipangkuan ahlul bid’ah dan saya akan menjaga hatiku dari kesesatan dan penyimpangan” karena tiap penyimpangan dan petunjuk itu memiliki sebab-sebab yg menghantarkan kepada-Nya. Maka bila engkau menempuh jalan-jalan penyimpangan dan kesesatan – dan diantara sebab terbesar untuk hal itu adalah belajar dipangkuan ahlul bid’ah – niscaya hatimu akan menyimpang dan engkau tersesat dari jalan yg lurus.

Allah Subhaanahu wa Ta’aala berfirman :Maka tatkala mereka berpaling Allah memalingkan hati mereka Namun bila engkau meminta pertolongan kepada Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan menempuh jalan-jalan petunjuk dan bimbingan niscaya hatimu akan tetap istiqomah dgn izin dari Allah Subhaanahu wa Ta’aala dan engkau pun berada di jalan yg lurus. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyelamatkan kita dari penyimpangan dan kesesatan serta sebab- sebab yg menghantarkan kepadanya. Dan Allah lah Dzat yg dimintai pertolongan.

Sumber : Kitab Tanbih Ulil Albab ‘Ala Tahrim Ad-Dirosah ‘Inda Ahlil Bida’ wal Irtiyab Edisi Indonesia : Untaian Nasehat bagi Orang yg Berakal

Penerbit : Pustaka Ashabul Hadits-Gresik

Ditulis kembali oleh : Abu Fudhail Andi Al Bugisy

sumber : file chm Darus Salaf 2

Advertisements