​KELALAIAN UMMAT :MENEMPATKAN ISTILAH “SUNNAH 

RASUL” PADA AKTIFITAS INTIM DIMALAM JUM’AT

——————————

Istilah Sunnah Rasul Untuk Making Love Di Malam Jumat

Berawal dari hadist (PALSU)
“Barangsiapa melakukan hubungan suami istri di malam Jumat (kamis malam) maka pahalanya sama dengan membunuh 100 Yahudi.”
Dalam hadits yang lain ada disebutkan sama dengan membunuh 1000, ada juga yang menyebut 7000 Yahudi.
Oleh : Prof.DR.KH. Ali Mustafa Yaqub, MA hafizhahullah, dikatakan :
Hadits di atas tidak akan ditemukan dalam kitab manapun, baik kumpulan hadits dhaif (lemah rujukan kebenarannya) apalagi shahih (kuat rujukan kebenarannya). Kalimat tersebut tidak mempunyai sanad / bersambung ke sahabat, apalagi ke Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang akhirnya pada satu kesimpulan bahwa hadits “Sunnah Rasul” di atas adalah sama sekali bukan hadits, itu hadits PALSU yang telah dikarang oleh orang iseng, orang tidak jelas, dan tidak bertanggung-jawab yang mengatasnamakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Lalu kenapa menjadi tren dan populer?
Hadist diatas menempatkan perkara mudah nan lagi nikmat sebagai amalan dengan menempatkan pahala yang sangat luar biasa oleh sebagian awam, membunuh 100 yahudi. (yahudi siapa?) Oleh sebagaian kalangan , ini dianggap luar biasa, karna yahudi yang dimaksud adalah Musuh Islam. Naudzu Billah.. Islam melalui Al Quran tidak membenarkan membunuh yahudi (tanpa pengecualian), terlebih Rasulullah melalui haditsnya, bahkan mertua Rasulullah dari kalangan Yahudi.
Maka, dikatakan sama sekali tidak ada hadist dhaif, terlebih lagi shahih, yang menyebutkan “keutamaan berjima’ di malam jum’at sebagai sunnah Rasulullah”. Sama halnya ini adalah kebohongan yang menggunakan Nama Rasulullah sebagai sumbernya. 
Naudzu Billah.. Summa Naudzu Billah.

Adapun hadits shahih yang berhubungan dengan berjima’ (berhubungan intim), adalah seperti yang diriwayatkan dalam Hadist Riwayat Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Khuzaimah :
“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala.” 
[HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah].

Dan hadits yang berhubungan dengan malam jum’at, hari jum’at dan jum’at malam adalah :
– “Perbanyaklah shalawat kepadaku pada pada hari Jum’at dan malam Jum’at. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali niscaya Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” 
(HR. Al Baihaqi)

– “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya diantara dua Jum’at.” 
(HR. An Nasa’i dan Baihaqi)

– “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca pada shalat Shubuh di hari Jum’at “Alam Tanzil …” (surat As Sajdah) pada raka’at pertama dan “Hal ataa ‘alal insaani hiinum minad dahri lam yakun syai-am madzkuro” (surat Al Insan) pada raka’at kedua.” 
(HR. Muslim)

– “Salat Jumat itu wajib atas tiap muslim dilaksanakan secara berjamaah terkecuali empat golongan yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang sakit.” 
(HR.Abu Daud dan Al Hakim)

Maka istilah Sunnah Rasul tepat dialamatkan pada perkara-perkara diatas. Sementara, Making Love (yang halal) boleh kapan saja. Tidak di haruskan meng-khususkan pada Malam Jum’at terlebih lagi menggunakan istilah sunnah rasul.
Mari menjaga, memelihara dan mengamalkan SUNNAH RASULULLAH yang tak lain adalah HUKUM SYARIAT KE DUA, SETELAH AL-QUR’AN.
______________________
Sumber :

– Kabar M u s l i m a h ♡

Facebook/Page/Ittiba’ Rasulullah

https://m.facebook.com/Ittib/photos/a.680561908766842.1073741838.671489879674045/706950042794695/?type=3

Advertisements