Ulama Besar Syafi’iyah Menyatakan Ada 1000 Dalil Alloh ada diatas Arsy

Mengapa banyak yg mengaku sbg Syafi’iyah malah jauh dari aqidah yg dipegang oleh ulama Syafi’iyah

Coba perhatikan nukilan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni berikut

قَالَ بَعْضُ أَكَابِرِ أَصْحَابِ الشَّافِعِيِّ : فِي الْقُرْآنِ ” أَلْفُ دَلِيلٍ ” أَوْ أَزْيَدُ : تَدُلُّ عَلَى أَنَّ اللَّهَ تَعَالَى عَالٍ عَلَى الْخَلْقِ وَأَنَّهُ فَوْقَ عِبَادِهِ . وَقَالَ غَيْرُهُ : فِيهِ ” ثَلَاثُمِائَةِ ” دَلِيلٍ تَدُلُّ عَلَى ذَلِكَ
Sebagian ulama besar Syafi’iyah mengatakan bahwa dlm Alquran ada 1000 dalil atau lebih yg menunjukkan Allah itu berada di ketinggian di atas seluruh makhluk-Nya. Dan sebagian mereka lagi mengatakan ada 300 dalil yg menunjukkan hal ini

Banyak yg mengaku Syafi’iyah namun menolak jika Allah dinyatakan berada di atas, padahal keyakinan ini didukung oleh 1000 dalil
Sungguh aneh!

Bukti Terkuat dari Alquran
1. Dalil tegas yg menyatakan Allah berada di atas (dgn menggunakan kata fawqo & diawali huruf min). Seperti firman Allah,

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ

Mereka takut kepada Rabb mereka yang (berada) di atas mereka
(QS An Nahl : 50)

2. Dalil tegas yg menyatakan Allah berada di atas (dgn menggunakan kata fawqo, tanpa diawali huruf min). Contohnya seperti firman Allah Taala,
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ
Dan Dialah yang berkuasa berada di atas hamba-hambaNya
(QS Al An’am : 18, 61)

3. Dalil tegas yg menyatakan sesuatu naik kepada-Nya (dgn menggunakan kata ta’ruju). Contohnya adalah firman Allah Taala,

تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ

Malaikat2 & Jibril naik (menghadap) kpd Rabbnya
(QS Al Ma’arij : 4)

4. Dalil tegas yg menyatakan sesuatu naik kepada-Nya (dgn menggunakan kata sho’ada yash’adu). Ini pasti menunjukkan bahwa Allah di atas sana & tdk mungkin Dia berada di bawah sebagaimana makhluk-Nya. Seperti firman Allah Taala,
إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ
Kepada-Nyalah naik perkataan2 yg baik
(QS Fathir: 10)

Terdapat pula contoh dlm sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari Ibnu Umar. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

اِتَّقُوْا دَعْوَةَ المَظْلُوْمِ فَإِنَّهَا تَصْعُدُ إِلَى اللهِ كَأَنَّهَا شَرَارَةٌ

Berhati-hatilah terhadap doa orang yg terzholimi. Doanya akan naik (dihadapkan) pada Allah bagaikan percikan api. Yg dimaksud dgn bagaikan percikan api adalah cepat sampainya (cepat terkabul) krn doa ini adalah doa orang yg dlm keadaan mendesak
4. Dalil tegas yg menyatakan sebagian makhluk diangkat kepada-Nya (dgn menggunakan kata rofa’a). Sesuatu yg diangkat kpd Allah pasti menunjukkan bahwa Allah berada di atas sana
Allah Taala berfirman,

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ

Tetapi (yg sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya ..”
(QS An Nisa : 158)
5. Juga firman Allah Taala,
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kpd akhir ajalmu & mengangkat kamu kepada-Ku
(QS Ali Imron: 55)

6. Dalil tegas yg menyatakan uluw (ketinggian) Allah secara mutlak. Uluw (ketinggian) Allah ini mencakup ketinggian secara dzat (artinya Dzat Allah berada di atas), qodr (artinya Allah Maha Tinggi dlm Kehendak-Nya) , dan syarf (artinya Allah Maha Tinggi dlm sifat2-Nya). Seperti firman Allah Taala (pada ayat kursi),
وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar
(QS Al Baqarah : 255)

Begitu pula dalam ayat,

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar
(QS. Saba : 23)
إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ

Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana
(QS. Asy Syura: 51)

Juga kita sering mengucapkan dzikir berikut ketika sujud,
سُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى
Maha suci Rabbku Yang Maha Tinggi
Dalil-dalil yg menyatakan Allah Maha Tinggi di sini sdh termasuk menyatakan bahwa Allah Maha Tinggi secara Dzat-Nya yaitu Allah berada di atas
7. Dalil yg menyatakan Al Kitab (Alquran) diturunkan dari sisi-Nya. Sesuatu yg diturunkan pasti dari atas ke bawah. Firman Allah Taala yg menjelaskan hal ini,
تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ
Kitab (Alquran ini) diturunkan oleh Allah Yg Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana
(QS. Az Zumar : 1)

تَنْزِيلُ الْكِتَابِ مِنَ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
Diturunkan Kitab ini (Al Quran) dari Allah Yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui
(QS. Ghafir: 2)
تَنْزِيلٌ مِنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
(QS. Fushshilat: 2)

تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
Yg diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji
(QS. Fushshilat: 42)

قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِنْ رَبِّكَ بِالْحَقِّ
Katakanlah: Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dgn benar
(QS. An Nahl: 102)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yg diberkahi & sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan
(QS Ad Dukhan : 3)

8. Dalil tegas yg mengkhususkan sebagian makhluk dikatakan berada di sisi Allah & dalil yg menunjukkan sebagian makhluk lebih dekat dari yg lainnya. Contohnya adalah firman Allah Taala,
إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ
Sesungguhnya malaikat2 yg ada di sisi Tuhanmu
(QS Al A’rof: 206)

Begitu pula contohnya dlm firman Allah Taala,

وَلَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ عِنْدَهُ

Dan kepunyaan-Nyalah segala yg di langit & di bumi. Dan malaikat2 yg di sisi-Nya
(QS. Al Anbiya : 19). Lihatlah dlm ayat ini Allah membedakan kalimat “man lahu …” yg menunjukkan kepemilikan Allah secara umum & kalimat “man ‘indahu …” yg menunjukkan malaikat & hamba-Nya yg berada khusus di sisi-Nya

Contoh lainnya lagi adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,
لَمَّا قَضَى اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ ، فَهْوَ عِنْدَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ إِنَّ رَحْمَتِى غَلَبَتْ غَضَبِى
Ketika Allah menetapkan ketentuan bagi makhluk-Nya, Dia menulis dlm kitab-Nya: Sesungguhnya rahmat-Ku mendahului kemurkaan-Ku. Kitab tsb berada di sisi-Nya yg berada di atas Arsy

9. Dalil tegas yg menyatakan Allah fis sama. Menurut Ahlus Sunnah, maksud fis sama di sini ada dua :

Fi di sini bermakna ala, artinya di atas. Sehingga makna fis sama adalah di atas langit.Sama di sini bermakna ketinggian (al uluw). Sehingga makna fis sama adalah di ketinggian
Dua makna di atas tidaklah bertentangan. Sehingga dari sini jgn dipahami bahwa makna “fis samaa (di langit)” adalah di dlm langit sebagaimana sangkaan sebagian orang. Makna “fis samaa” adalah sebagaimana yg ditunjukkan di atas

Contoh dalil tsb adalah firman Allah Taala,

أَأَمِنْتُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ أَنْ يَخْسِفَ بِكُمُ الْأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yg (berkuasa) di (atas) langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dgn tiba2 bumi itu bergoncang?
(QS Al Mulk : 16)

Juga terdapat dlm hadits,
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ
Orang2 yg penyayang akan disayang oleh Ar Rahman. Sayangilah penduduk bumi, niscaya (Rabb) yg berada di atas langit akan menyayangi kalian
10. Dalil tegas yg menyatakan bahwa Allah beristiwa (menetap tinggi) di atas Arsy. Arsy adalah makhluk Allah yg paling tinggi. Contoh ayat tsb adalah,
الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
(Yaitu) Rabb Yang Maha Pemurah. Yg beristiwa (menetap tinggi) di atas Arsy
(QS Thoha : 5)

Advertisements